CDMA

Cinta Dalam Mengamalkan Al Quran

PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

Oleh : Agung Hidayatullah, S.Sos.I

Alhamdulillah, perkembangan dan kemajuan di bidang Teknologi Informasi telah mengantarkan umat Islam kepada ilmu pengetahuan dan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, hal ini sangat dirasakan oleh mahasiswa MEDIU (Al Madinah International University) dari berbagai negara, http://www.mediu.edu.my

Komentar Sahabatku di Sudan

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah sudan masih seperti dulu, belum  banyak perubahan yang terjadi di kota islam ini, dan kamipun tidak ingin perubahan itu terjadi. Biarlah negeri ini terus menjadi negeri yang berkah karena dipenuhi oleh para syekh yang sangat alim dalam bidangnya masing-masing. Sejak aku menginjakkan kakiku untuk yang pertama kalinya di negeri ini aku sudah merasakan kebahagian tersendiri yang belum pernah aku rasakan sebelumnya ketika aku berada di negeri pertiwi dulu, yaitu  bahagia dengan perjalanan menuntut ilmu dengan para syekh yang aku bisa memilih ilmu apa aja yang aku inginkan dari mereka, mulai dari bahasa arab, usul fiqih, ilmu hadits, suluk, ataupun ilmu-ilmu lainnya yang tentunya sangat diperlukan oleh masyarakatku nanti.
Ya Allah biarkan aku terus berada dalam dunia ilmu ini, dunia para ulama yang akan selalu meninggikan kalimatmu. amin ya Allah.
Daurah dimana2, pengajian disegala penjuru oleh syekh yang begitu banyak, sampai aku bingung harus memilih yang mana. Sampai hatiku berkata…seandaiya aku bisa maka aku tidak akan lewatkan satu pengajianpun, tetapi Allah hanya menciptakan satu tubuh untukku, dan 24 jam dalam satu hari. Semoga aku mendapatkan ilmu yang berkah.
Suasana seperti itulah yang membuat aku betah dinegeri ini. Rasanya aku masih sangat ingin untuk hidup bertahun2 disini. Tetapi keluarga di rumahpun sudah sangat ingin aku agar segera pulang, dengan ungkapan sudah sangat rindu denganku.
tidak terasa aku sudah dua setengah tahun dinegeri yang panas ini, tetapi selalu menyejukkan hari, dan itu hanya dirasakan oleh orang2 yang semangat menuntut ilmunya kuat dan besar.
Doakan aku wahai saudaraku semuanya semoga aku bisa mendapatkan ilmu yang berkah…bermanfaat untukku, lebih2 untuk masyarakatku nanti. amin
ma kasih banyak untuk semuanya..
Dari akhuukum fiillah Abdul Kadir ibnu Utsman Az-zira

Program CDMA (Cinta Dalam Mengamalkan Al Quran)

Muslim Creative sangat peduli terhadap peningkatan generasi penghafal Al Quran, oleh karena itu kami berupaya untuk mengadakan program hafalan Al Quran dengan berbagai metode, diantaranya melalui multimedia, dan setoran hafalan Al Quran Online. Target dari program ini agar para penghafal Al Quran bisa membaca dengan tartil, menyimak dan memahami apa yang dibaca, serta bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui Multimedia : Para penghafal Al Quran berupaya menterjemahkan Al Quran dimulai dari juz Amma, kemudian memformat terjemah kedalam aplikasi video editing, setiap ayat diberikan gambar yang sesuai dengan conten ayat, dan audio MP3 Al Quran dan terjemah dari hasil bacaan sendiri yang telah di edit. 

Setoran Hafalan Al Quran Online : Para penghafal Al Quran cukup menyiapkan sarana internet dan perangkat multimedia (web came/microfon/speaker), cukup menggunakan program yahoo messenger dengan meng-add : aagunk2003@yahoo.com, dengan jadwal setiap kali online.

Gabung CDMA

Menuntut Ilmu Di Sudan Afrika

Ahlan wa sahlan di  aagung2009.wordpress.com !

Blog ini merupakan sarana berkreasi berbagai macam hasil hasil karya Video Editing & Desain Islami sekaligus sarana  silaturahmi pemuda muslim di seluruh dunia.

Cover Buku

Letak Greografis dan Alam

Sudan merupakan negara republic (Republik of The Sudan) dengan wilayah terluas di benua Afrika dan negara-negara Arab lainnya. Total wilayah Sudan mencakup 2,5 juta km persegi (kira-kira 1 juta mil persegi) yang merupakan 8,3 % dari seluruh luas benua Afrika, dan termasuk salah satu dari sepuluh negara terluas di dunia. Wilayah Sudan berbatasan dengan sembilan negara, yaitu : Afrika Tengah (1.160 km), Chad (1.360 km), dan Kongo (628 km) sebelah barat, Libya (383 km), dan Mesir (1.273 km) sebelah utara : Ethiopia (1.160 km), Eritrea (605 km), Kenya (232 km), Uganda (435 km) sebelah selatan. Perbatasan yang panjang warisan kolonialisme ini, digariskan berdasarkan pembagian kepentingan para kolonial bukan berdasarkan pembatasan alamiyah. Ini semua tentu menjadi potensi konflik dengan negara-negara tetangga. Sudan mencapai kemerdekaan setelah melepaskan diri dari protektorat Inggris-Mesir pada 1 Januari 1956. Negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Sudan adalah Indonesia.

Negara ini juga dilalui oleh garis khatulistiwa. Mengingat letak wilayahnya yang berada di zona tropis benua Afrika, maka Sudan memiliki iklim tropis dengan curah hujan kurang dari 100 mm di Sudan utara yang umumnya terdiri dari wilayah gurun, dan 1000 mm di Sudan selatan. Sudan mengalami dua pergantian musim setiap tahunnya. Pada bulan Desember- April adalah musim dingin, sementara pada bulan Mei-Juli adalah puncak musim panas dengan ketinggian suhu mencapai 47 C rata-rata. Hujan turun di sekitar bulan Juli-Agustus, terutama untuk wilayah-wilayah sekitar Khartoum. Secara umum wilayah Sudan utara merupakan daerah yang cukup panas dengan wilayah gurun pasir yang cukup luas. Sementara Sudan wilayah selatan adalah kawasan hijau yang mempunyai pepohonan lebat dan kaya akan sumber daya alam. Iklim panas mencapai puncaknya antara April hingga Oktober dengan suhu rata-rata antara 38-40 C. sedangkan pada bulan November hingga Maret suhu akan terasa panas. Wilayah Sudan menyediakan sumber air yang tiada henti sepanjang tahun, baik untuk keperluan air minum, pertanian maupun pembangkit listrik. Wilayah sepanjang lintasan sungai Nil merupakan lahan subur bagi pertanian kapas, tebu, wijen dan tanaman pangan lainnya. Sedangkan padang rumput yang terdapat di wilayah Sudan tengah dan selatan telah memungkinkan berkembangnya peternakan dan menjadikan Sudan sebagai eksportir daging dan produk peternakan terpenting bagi negara-negara arab.
Sosial Budaya

Khartoum adalah nama Ibukota Sudan, ia terletak dijalur pertemuan dua sungai Nil, yaitu nil putih dan nil Biru dengan jumlah penduduk mencapai 4 juta jiwa
Struktur sosial budaya Sudan terdiri dari satuan satuan lepas yang berganda. Sekitar 600 kelompok etnis yang berbeda satu sama lain, terutama penduduk di bagian utara dan selatan. Mereka terdiri dari kabilah-kabilah yang berpencar dan berpindah-pindah. Kebudayaan Sudan tumbuh dari unsur-unsur kebudayaan Islam dan Afrika. Islam masuk ke bumi Sudan pada pertengahan abad ke-7 melalui pedagang Arab yang melintasi laut merah dan masuk ke daerah Nubiah dan Bija di timur laut Sudan.

Jumlah penduduk Sudan saat ini mencapai 33 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduk rata-rata pertahun 2,7 persen (tingkat kelahiran adalah 4 persen dan kematian 1,3 persen). Penduduk Sudan terdiri dari berbagai kelompok etnis, yaitu etnis Afrika Kulit hitam (52 persen), Arab (39 persen), Beja (6 persen) Asing (2 persen) dan etnis lainnya 1 persen. Mayoritas penduduk, terutama di Sudan utara, sekitar 75 persen menganut Islam aliran Sunni. Selain itu, 20 persen menganut anismisme dan 5 % memeluk kristen, terutama di wilayah Sudan Selatan.

Sudan khususnya wilayah utara, merupakan wilayah yang relatif aman. Tingkat kriminal di Sudan cenderung rendah. Ini disebabkan karena pemerintahan Sudan yang cukup gigih dalam menerapkan syari’at Islam. Bangsa Sudan merupakan bangsa yang ramah, bersahabat serta suka menolong. Oleh karena itu, walaupun negara ini masih masih minimal dalam fasilitas dan infrastuktur, tidaklah membuat pengunjung menjadi bosan dan kecewa.
Bahasa dan Mata Uang

Bahasa arab adalah merupakan bahsa resmi di Republik Sudan, sedang bahasa inggris merupakan bahasa kedua setelah bahasa Arab. Disamping itu negara memberikan izin terhadap perkembangan bahasa-bahasa setempat serta bahasa internasional lainnya. Walaupun bahasa resmi Sudan adalah bahasa Arab, namun bahasa Inggris juga digunakan secara luas di kalangan pejabat pemerintahan dan kalangan dunia usaha, serta di wilayah Sudan Selatan. Sudan tergolong sebagai negara berkembang dengan pendapatan per kapita sebesar US$ 357. Satuan dasar mata uang Sudan adalah Sudanese Pound (SDG) dengan nilai tukar rata-rata SDG 2 :US$ 1 (Juli 2007).
Pendidikan
Di bidang pendidikan formal, Sudan mempunyai banyak universitas ternama yang sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun. Diantara perguruan tinggi tersebut adalah Khartoum University, Omdurman Islamic University, El-Nilein University, Khartoum International Institute of Arabic, Universitas Al Quran Al Karim dan yang paling muda adalah International University of Africa. Jumlah mahasiswa dan mahasiswi Indonesia di Sudan sampai saat ini tercatat sekitar 175 orang yang terbagi dalam tujuh Perguruan Tinggi besar yang ada di Sudan, pada program yang berbeda mulai dari program S1 sampai dengan program S3, di mana 35% diantara mereka adalah mahasiswa program pasca sarjana. Dari seluruh mahasiswa yang ada, 40% diantaranya melaksanakan perkuliahan dengan biaya sendiri tanpa ada bantuan dari instansi atau sponsor lainnya, dan hanya mengandalkan bantuan dari keluarga yang tidak mereka terima secara periodik.  Sementara kondisi kehidupan di Sudan terbilang cukup berat dengan perbandingan harga-harga barang yang cukup jauh diatas standar harga barang di Indonesia (mencapai 1:3) Belum lagi dengan cuaca dan kondisi di Sudan yang kadang kurang bersahabat, sehingga bagi yang tidak kuat daya tahan tubuhnya atau kurang pemenuhan gizinya, akan mudah terserang penyakit malaria. Hal seperti ini ditambah lagi dengan fasilitas kesehatan dan obat-obatan yang cukup mahal. Untuk kebutuhan buku-buku referensi, sangat berat bagi mahasiswa untuk memenuhinya karena selain tingkat harga yang lebih mahal di banding buku-buku di negara arab lainnya, juga karena dari segi pendanaan untuk kebutuhan-kebutuhan lainnya . Adapun pendidikan non formal, di Sudan terdapat banyak majelis-majelis ilmu yang menggunakan system talaqqi lewat para masyaikh yang tersebar hampir di seluruh penjuru Sudan, dan diantara jama’ah yang paling eksis dalam bidang ini adalah jama’ah anshar sunnah al muhammadiyah yang menebarkan dakwah ahlus sunnah wal jama’ah dengan pemahaman salaf as sholeh

Keamanan dan Politik
Di bidang Keamanan dan Politik, Sudan termasuk negara yang paling rajin melakukan “Kudeta” semenjak merdekanya hingga detik ini. Belum lagi perang saudara antara pemerintah Sudan dan para pemberontak Sudan Selatan yang menginginkan kemerdekaan, tentu saja desakan ini didalangi oleh Amerika yang notabenenya untuk mengambil keuntungan dari Sudan Selatan berupa minyak bumi yang melimpah ruah. Pada tanggal 1 April 2005, DK PBB mengeluarkan resolusinya untuk menghukum para petinggi Sudan atas perang saudara yang berlangsung 22 tahun dan menelan lebih kurang 1 juta jiwa dari kedua belah pihak. Resolusi ini dapat tekanan dari berbagai negara-negara arab lainnya terutama negara China (punya hak Veto), Korut dan Malaysia (PERTAMINA Indonesia pernah ditawarkan untuk menanggulangi pengeboran minyak Sudan pada era 1980an, karena Sudan merasa berhutang budi terhadap Republik Indonesia yaitu negara pertama kali yang mengakui kemerdekaan Sudan pada tahun 1956 di Konferensi Asia-Afrika sampai sekarang). Tekanan-tekanan ini akhirnya memudarkan surat resolusi DK PBB tadi. 

Alhamdulillah……..
Sebelumnya, untuk mengakhiri perang saudara di Republik Sudan dan mengawali perdamaian di bumi El-Nilein, pemerintah mengadakan Ittifaqus Salam terhadap pemberontak pada awal Januari 2005, konsekuensi hasil perundingan tersebut adalah mengangkat kepala pemberontak yaitu DR. John Garang menjadi wakil presiden I (ada dua wakil presiden). Pelantikan dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2005.
Tertanggal 28 Juli 2005 DR.John Garang tewas atas jatuhnya helikopter yang ditumpanginya setelah ziarahnya dari negara bagian selatan Sudan yaitu Uganda (Sumber persenjataan pemberontak Sudan Selatan sekaligus “adik angkatnya Amrik”). Tepat 22 hari dilantiknya DR.John Garang menjadi wakil presiden I. Hal inilah yang menjadi pemicu kerusuhan pada tanggal 1 Agustus 2005 yang memakan korban hampir 250-an orang. Terutama bagi warga asing keturunan Arab dan masyarakat Sudan Utara yang umumnya berwajah arab. Pusat kerusuhan terletak di wilayah Khartoum I tempat pusat pemerintahan, industri, usaha.
Obyek Wisata
Berbicara tentang obyek wisata di Sudan, bisa dikatakan secara umum bahwa sektor ini belum menjadi prioritas utama di Sudan. Hal ini disebabkan karena pola hidup cara berfikir sebagian besar masyarakat yang cenderung masih tradisional. Walaupun begitu Sudan memiliki beberapa obyek wisata yang cukup indah dan yang paling terkenal adalah Sungai Nil; tempat yang sangat bersejarah dan sebagaimana disebutkanlah dalam hadits Bukhari merupakan salah satu sungai di surge kelak. Namun demikian tidak disyariatkan bagi seorang muslim untuk bersusah payah mendatanginya karena dia tidak termasuk dari tiga tempat yang disyariatkan untuk diziarahi yaitu Masjid Haram, Mesjid Nabawi dan Mesjid Aqsha.

Taman-taman syurga (Majelis Ilmu )
Sebagaimana telah disebutkan bahwa majelis-majelis ilmu (pendidikan non formal) tersebar di seluruh penjuru Sudan, berikut ini kami menyebutkan beberapa majelis ilmu yang berkala setiap pekannya dan sangat bermanfaat untuk dihadiri para penuntut ilmu.

Sabtu :

Ba’da Maghrib : Siroh Nabawiyyah oleh Syaikh. Muhammad Sayyid Hajj (Mesjid ‘Imaraat)
: Syarah Kitab Tauhid oleh Syaikh. Mahran Mahir (Mesjid Kholid bin Walid)
Ahad :
Ba’da Maghrib : Shohih Sunan Tirmidzi oleh Syaikh. Amin Hajj Muh.Ahmad (Mesjid Ali bin Abi Tholib-Ma’muroh)
Senin
Ba’da Shubuh : Al Muwaththo’ oleh Syaikh. Amin Hajj Muh.Ahmad (Mesjid Ali bin Abi Tholib-Ma’muroh)
Ba’da Maghrib : Al Muwaththo’ oleh Syaikh. Umar Abdullah (Mesjid As Salam-Thoif)
Selasa
Ba’da Shubuh : Fathul Majid oleh Syaikh. Amin Hajj Muh.Ahmad (Mesjid Ali bin Abi Tholib-Ma’muroh)
Ba’da Maghrib : Zaadul Ma’ad oleh Syaikh. Amin Hajj Muh.Ahmad (Mesjid Ali bin Abi Tholib-Ma’muroh)
Tafsir Surat Al Baqaroh oleh DR. Muh.Amin Ismail (Mesjid As Salam-Thoif)
Rabu
Ba’da Shubuh : At Tajrid Ash Ashorih (Mukhtashor Shohih Bukhari) oleh Syaikh. Amin Hajj Muh.Ahmad (Mesjid Ali bin Abi Tholib-Ma’muroh)
Ba’da Maghrib : Al Qawanin Al Fiqhhiyyah oleh Syaikh. Amin Hajj Muh.Ahmad (Mesjid Ali bin Abi Tholib-Ma’muroh)
Kamis
Pagi ,pkl.10.00-12.00 WS : Kitab Asy Syari’ah –Imam Ajurry oleh DR. Kholid Abd. Lathif (Mesjid Omdurman)
Jumat
Bada Maghrib : Siyar A’lam An Nubala’ oleh Syaikh Abd. Hafizh Al ‘Adasy (Mesjid Fathimah-Riyadh)
Selain dari majelis ilmu yang berkala setiap pekannya juga terdapat majelis ilmu yang berkala setiap bulan dan muhadhorah serta dauroh syar’iyyah yang sifatnya insidentil. “…Wa fii dzaalika falyatanaafasil Mutanaafisuun…”

Sumber: data PPI Sudan dengan beberapa perubahan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.